Tuesday, May 5, 2009

cinta yg hakiki..


teringat kata2 dlm novel Ketika Cinta Bertasbih yg dulunya mmg sy nak sgt2 kongsikan di blog nih. terasa kata- kata itu sangat2 memberikan semangat utk kuat dlm bermujahadah..

"Bayangkan Kang, kalau boleh jujur, aku sudah bersimpati
padanya sejak mengajarnya di Madrasah Aliyah. Dulu aku
tidak merasakannya. Tapi sejak dia tiba di Cairo ini, aku diamdiam
sudah merencanakan hendak mengkhitbahnya begitu aku
lulus. Aku sangat mencintainya. Namun herannya ketika dia
minta saran kenapa aku bisa memberi saran demikian. Kenapa
aku sok jadi pahlawan dengan mengutamakan orang lain?
Sekarang aku seperti terpanggang oleh api cemburu dan
penyesalan yang sangat menyakitkan. Aku harus bagaimana
Kang?"

Azzam tersenyum. Entah kenapa mendengar kisah Fadhil
ia ingin tertawa, tapi tidak dilakukannya. Ia takut membuat
Fadhil semakin tersiksa. Dengan tenang, ia berniat menghibur
dan memberikan jalan yang lebih terang kepada Fadhil. Ia
menanggapi,

"Dhil, Fadhil, masalah yang kau hadapi itu masalah kecil.
Tak usah kaubesar-besarkan. Nanti semuanya akan baik-baik
saja. Ini kebetulan aku baru saja membaca perkataan Imam
Ibnu Athaillah yang sangat dahsyat tentang cinta. Dan perkataan
beliau ini bisa jadi terapi yang tepat untuk penyakit cintamu. Ya, aku katakan apa yang kau simpan di hatimu itu adalah penyakit. Cinta sejati itu menyembuhkan tidak menyakitkan."

Dengar baik-baik ya perkataan Ibnu Athaillah, saya bacakan
langsung dari kitab aslinya. Beliau mengatakan: la yukhriju
asy syahwata illa khaufun muz'ijun aw syauqun muqliqun! Artinya
tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangnn
duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan
hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana!
"Coba resapi baik-baik kata-kata ulama besar dari Iskandaria
ini. Kecintaanmu pada Tiara itu syahwat. Hampir semua
orang yang jatuh cinta itu merasakan apa yang kau rasakan.
Dan perasaan seperti itu tidak akan bisa kau keluarkan, kau usir
dari hatimu kecuali jika kau memiliki dua hal.

"Pertama, rasa cinta kepada Allah yang luar biasa yang menggetarkan hatimu. Sehingga ketika yang ada di hatimu adalah Allah, yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir. Kedua, rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merasa merana. Jika kau merasa merana karena rindu kepada Allah, kau tidak mungkin merana karena rindu pada yang lain. Jika kau sudah sibuk memikirkan Allah, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain. "Karena hatimu miskin cinta dan rindu kepada Allah, jadinya kau dijajah oleh cinta dan rindu pada yang lain. Saat
ini yang menjajah hatimu adalah rasa cinta dan rindumu pada
Tiara. Itulah yang membuatmu tersiksa Padahal kau sudah
tahu kalau dia sudah dilamar dan dikhitbah saudaramu sendiri.
Kau harus tahu perasaan seseorang tidak bisa mengubah
hukum syariat. Seberapa besar rasa cintamu kepada Tiara dan
seberapa besar perasaan cintanya kepadamu, tidak akan mengubah
hukum dan status Tiara, bahwa ia telah dikhitbah oleh
saudaramu. Apalagi Tiara telah menerimanya.

"Panitia pernikahan telah ditata. Kau sama sekali tidak
boleh merusaknya. Kalau kau mau jadi pahlawan jangan setengah-
setengah. Jadilah pahlawan yang benar benar pahlawan,
meskipun harus mengorbankan sesuatu yang kau anggap paling berharga. Tidak ada pahlawan yang tidak berkorban apa-apa!"

Kedua mata Fadhil basah mendengar kata -kata Azzam
yang membukakan jalan lebih terang baginya. Tapi Tiara
masih juga tertulis dengan jelas di hatinya.

"Terima kasih Kang. Cinta memang bukan segala-galanya,
tapi kehilangan cinta seperti kehilangan segala -galanya."
Azzam tersenyum dan berkata dengan suara pelan,

"Benar. Mencintai makhluk itu sangat berpeluang menemui
kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang
mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang
tidak. Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan
diterima dan ditolak. Jika ditolak pasti sakit rasanya. Namun
jika kau mencintai Allah pasti diterima. Jika kau mencintai
Allah, engkau tidak akan pernah merasa kehilangan. Tak akan
ada yang merebut Allah yang kaucintai itu dari hatimu. Tak
akan ada yang merampas Allah. Jika kau bermesraan dengan
Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah
dengannya. Allah akan setia menyertaimu. Allah tidak akan
berpisah darimu. Kecuali kamu sendiri yang berpisah dari-
Nya. Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan
adalah cinta kepada Allah 'Azza wa Jalla."

Mendengar hal itu ada kesejukan yang mengaliri jiwanya.
Kesejukan yang membuat hatinya sedikit terhibur dan lega.
Jiwanya perlahan mulai menemukan ketenangan.

~temukan aku dgn nikmat cintaMu yg tiada batasan dan hujungnya..kurniakn aku rindu padaMu yg tiada penghujungnya....~

6 comments:

UMAH said...

salam, cik farahin..
fuh, letup dik!
i think i shud start reading el-Shirazy nyeh novel..
kwang3~
it's time to get jiwang the right way!
Jiwang terhadap Allah tuh!
=P

Fatimah Othman said...

subhanallah!
Bestnye kalo kite punye cinta dan rindu luar biasa kpd Allah...
jzkk farahin=)

sarahnabila said...

salam~
wah~ novel favku~hee..
bace2 iman!~ beshhh~
byk pengajaran..
Ya Allah, pnuhilah hatiku dgn kecintaan yg mendalam terhadapMu shinggakan aku x lg mengharap kasih org yg bukan muhrim utkku~amin~

Nur Farahin Abdul Arif said...

to iman:huhu..betul2..jiwang terhadap ALLAH..=)

to atam:atam...soklan atam tuh tak bertemu jawapannyer..huhu...

to sarah:moga kita sama2 kuat dlm bermujahadah :'(

lea yana@Dr.Nur Liyana said...

wah..mnarik..
nak la bce..
kite mls nk bce sbb tebal..
kite tau bez tp tu la xsuke bce novel tebal2 ni..
huhu..
nt nk pnjmlaa..chop ek!!!
pas 9jun la ek..huhu..

Nur Farahin Abdul Arif said...

okaihla! hehe..farahin simpankn k..=)