Sunday, April 19, 2009

sejauh manakah keikhlasan kita?



Pengabdian adalah suatu bentuk rasa penghambaan terhadap sesuatu kekuatan yang telah memberikan kehidupan. Pengabdian sering dipertanyakan seperti apakah layaknya sebuah pengabdian? Apakah pengabdian dengan mengharapkan imbalan/hadiah atau mengharapkan pemberian??? Apakah pengabdian dengan mengaharapkan pujian??? Apakah ada pengabdian yang murni ???

Jawaban itu ada pada diri kita sendiri ... jawaban itu ada pada niat kita ... dan jawaban itu ada pada tingkah laku kita sendiri ... temukanlah jawaban itu dengan BERTANYA kepada DIRI KITA SENDIRI ...

Suatu ketika ada sebuah kisah yang dapat dijadikan renungan :

Kisah ini berawal dari tiga orang kiyai yang bertekad untuk beribadah, ingin mendekatkan diri kepada Sang Maha Guru ... yaitu Allaah Swt

Mereka berangkat dibarengi dengan NIAT mereka masing2 ... dan tibalah mereka ke suatu gua yang sunyi dan tenang, yang ada hanyalah kesunyian ... kesunyian ... dan kesunyian ...

Dengan mengambil tempat yang terpisah mulailah ke tiga kiyai tersebut beribadah ... Sesungguhnya Allaah Swt Maha Tahu atas perilaku hamba2NYA dan seketika itu Allaah Swt memanggil malaikatNYA dan berkata ... "wahai malaikatKU tolong sampaikan pesanKu kepada kiyai pertama, bahwa ibadah apapun yang telah, sedang atau belum dilakukan dia akan AKU masukkan ke dalam neraka" ...

Dengan membawa amanat dari Sang Maha Guru, maka malaikat turun ke bumi untuk menyampaikan pesan Allaah Swt kepada kiyai pertama ... "Assalaamu'alaaykum" ... sapa malaikat ... "Wa'alaykumussalaam", jawab kiyai ... kemudian malaikatpun berkata "wahai kiyai aku ini adalah malaikat dan aku membawa pesan dari Allaah Swt, bahwa ibadah apapun yang telah, sedang atau belum engkau lakukan, Allaah Swt akan memasukkan dirimu ke dalam neraka yang panas membara" ...

Mendengar penjelasan malaikat tersebut tersentaklah kiyai pertama, lama dia merenungkan, kemudian dengan nada yang sangat sedih berkatalah kiyai pertama, "Baiklah kalau begitu buat apa aku beribadah karena sudah jelas aku akan masuk neraka jadi aku putuskan untuk berhenti beribadah". Dengan lunglai kiyai keluar dari gua tersebut berjalan tanpa tentu arah dan tujuan, dan kini tinggal 2 kiyai yang masih terus beribadah.

Kemudian Allaah Swt kembali memanggil malaikatnya dan berkata "Wahai malaikatKU tolong sampaikan pesanKu kepada kiyai kedua, bahwa ibadah apapun yang telah, sedang atau belum dilakukan dia akan AKU masukkan ke dalam surgaKu yang penuh dengan kenikmatan" ...

Turunlah malaikat kembali ke bumi untuk menemui kiyai kedua ... dan berkata "wahai kiyai aku ini adalah malaikat dan aku membawa pesan dari Allaah Swt, bahwa ibadah apapun yang telah, sedang atau belum engkau dilakukan, Allaah Swt akan memasukkan dirimu ke dalam sorga yang penuh dengan kenikmatan" ...

Serta merta kiyai keduapun terperanjak takjub, di wajahnya penuh dengan kegembiraan, dengan semangat maka berkatalah kiyai kedua "Kalau begitu buat apa aku beribadah karena Allaah Swt sudah menjamin diriku masuk surga", seketika itu kiyai keduapun berhenti beribadah dan keluar dari gua dengan muka yang sangat berseri2.

Sehingga saat ini hanya tinggal kiyai ketiga saja yang masih melanjutkan beribadah kepada Allaah Swt dan kembali Allaah Swt memanggil malaikatNYA dan berkata "Wahai malaikatKU tolong sampaikan pesanKu kepada kiyai ketiga, bahwa ibadah apapun yang telah, sedang atau belum dilakukan dia akan AKU masukkan ke dalam neraka" ...

Kembalilah malaikat untuk menemui kiyai ketiga dan berkatalah, ""wahai kiyai aku ini adalaah malaikat dan aku membawa pesan dari Allaah Swt, bahwa ibadah apapun yang telah, sedang atau belum engkau dilakukan, Allaah Swt akan memasukkan dirimu ke dalam neraka yang panas membara" ...

Dengan sabar berkatalah kiyai ketiga "itu adalah hak Allaah Swt yang mempunyai Kehendak atas hamba2NYA, aku di sini untuk mengabdi kepadaNYA". Kiyai ketiga terus melanjutkan ibadahnya tanpa memikirkan pembicaraannya dengan malaikat tadi.

Dan kembali Allaah Swt memanggil malaikatNYA untuk menyampaikan "Wahai malaikatKU tolong sampaikan pesanKu kepada kiyai ketiga, bahwa ibadah apapun yang telah, sedang atau belum dilakukan dia akan AKU masukkan ke dalam surgaKu yang penuh dengan kenikmatan" ...

Kiyai ketiga menjawab, "itu juga hak Allaah Swt yang mempunyai, aku di sini untuk mengabdi kepadaNYA". Mengenai Surga dan Neraka, Pahala dan Dosa itu HAK Allaah Swt ... aku hanya ingin mengabdi tanpa pamrih ...

Dari kisah di atas saya bisa menyimpulkan, bahwa ibadah apapun yang kita lakukan harus penuh dengan "pengabdian" ... sebuah pengabdian tanpa BALASAN ... sebuah pengabdian dengan ketulusan dan keihlasan ... Surga-Neraka dan Pahala-Dosa itu adalah HAK Allaah Swt didalam MENILAI ibadah kita ... DIA-lah yang BERHAK Menilai ibadah para hamba2NYA ... mari kita renungkan bersama masuk dalam kategori manakah pengabdian kita kepada SANG PENCIPTA ALAM JAGAT RAYA INI ... ALLAH SWT ???

2 comments:

lea yana said...

saloam..mnarik kisah ni..
kite suke sgt2..
minx pinjm ek cite ni..
huhu..bru tersedar kite yg mne..
jzkk farahin ats pringn itu..^_^
moga Allah merahmati kite semua..amin..

Nur Farahin Abdul Arif said...

wslm...
gunela cte nh..
sumbernyer farahin tak ingat..
tpkn yana...
Rabiatul Adawiyah dulupon pernah bertanya kat sekumpulan perempuan yg sgt2 solehah mengapakah mereka bersusah payah beribadat kepada ALLAH?
dan jawab mereka, kerana inginkan syurga ALLAH...
lantas Raboatul Adawiyah berkata;

"seandainya tiada syurga dan neraka, apakah kamu semua masih mahu beribadat kepada ALLAH?"

lepas tuh, Rabiatul Adawiyah keluar sekeliling kampung sambil tangannya di sebelah kiri membawa api dan sebelah lagi mmbawa air. apabila ditanya org, die berkatal

"seandainya aku mmpu sejukkan neraka dan bakar syurga kerana orang beribadat bukanlah kerna nak mencapai mardhotillah tetapi utk mendapatkn syurga."

:)